Skip to main content

Deep Intelligence Research

Kajian DIR: Bencana Banjir Sumatera Berpotensi Bergeser dari Krisis Kemanusiaan ke Krisis Legitimasi

Fajar Yudha Susilo
Penulis

Kondisi wilayah terdampak banjir di Sumatera Barat yang memicu perhatian publik nasional
Kondisi wilayah terdampak banjir di Sumatera Barat yang memicu perhatian publik nasional

11.000+

Media Online Dipantau

30.489

Total Liputan Media

2M+

Interaksi Media Sosial


“Puncak pemberitaan terjadi pada 1 Desember 2025 bertepatan dengan fase darurat awal. Namun anomali muncul pada 19 Desember ketika sentimen negatif melonjak akibat ketidakmerataan bantuan di wilayah terisolasi.”



1. Klaster Kemanusiaan

Berfokus pada kondisi korban, kebutuhan mendesak, serta kronologi terjadinya bencana. Klaster ini mencerminkan empati publik yang kuat terhadap penderitaan masyarakat terdampak.

2. Klaster Gugatan Sistemik

Muncul pandangan publik yang mengaitkan bencana dengan eksploitasi lingkungan, seperti aktivitas penebangan hutan dan pertambangan. Dugaan tersebut diperkuat oleh temuan kayu gelondongan di sejumlah lokasi terdampak.

3. Klaster Eskalasi Politik

Ditandai dengan kritik langsung terhadap otoritas pemerintah. Keterlambatan penanganan dan lemahnya komunikasi publik mulai dipersepsikan sebagai kegagalan negara dalam melindungi warganya, sehingga berpotensi berkembang menjadi krisis legitimasi.